Pertumbuhan industri nutrition global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran signifikan ke arah produk berbasis bahan alami, fungsional, dan mudah dikonsumsi. Di tengah tren tersebut, susu bubuk dan pure honey (madu murni, termasuk madu mix) menempati posisi strategis sebagai produk dengan permintaan luas, lintas segmen, dan berkelanjutan secara bisnis.
Keduanya tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga menjadi bahan utama berbagai produk turunan di industri food & beverage, wellness, dan nutraceutical.
Pasar Susu Bubuk: Skala Besar & Permintaan Konsisten
Susu bubuk merupakan salah satu komoditas utama dalam industri dairy global. Secara pasar, susu bubuk dikenal memiliki permintaan yang stabil karena karakteristiknya yang praktis, tahan lama, dan fleksibel untuk berbagai aplikasi.
Beberapa data industri menunjukkan bahwa:
Pasar susu bubuk global bernilai puluhan miliar USD dan diproyeksikan terus tumbuh dengan CAGR sekitar 4–6% hingga awal 2030-an.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi di negara berkembang, kebutuhan bahan baku industri F&B, serta permintaan produk nutrition yang mudah didistribusikan dan disimpan.
Kawasan Asia-Pasifik menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan volume, termasuk Indonesia, yang konsumsi produknya masih didominasi oleh susu bubuk.
Di Indonesia, susu bubuk tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman harian, tetapi juga banyak digunakan sebagai bahan formulasi untuk produk minuman serbuk, susu fungsional, hingga produk fortifikasi gizi.
Pure Honey: Produk Natural dengan Nilai Fungsional Tinggi
Berbeda dengan madu dalam bentuk bubuk, pure honey (madu murni dan madu mix) memiliki daya tarik kuat sebagai produk natural dengan persepsi kesehatan yang tinggi. Secara global, pasar madu terus bertumbuh seiring meningkatnya minat konsumen terhadap natural sweetener dan produk minim proses.
Secara pasar:
Pasar madu global bernilai lebih dari USD 9–10 miliar dan diproyeksikan tumbuh stabil dengan CAGR sekitar 4–5% dalam beberapa tahun ke depan.
Pertumbuhan ini didorong oleh tren clean label, penurunan konsumsi gula rafinasi, serta meningkatnya penggunaan madu sebagai campuran minuman, makanan fungsional, dan produk kesehatan.
Di kawasan Asia, madu memiliki posisi kuat baik sebagai produk konsumsi langsung maupun sebagai bahan campuran (madu mix) untuk meningkatkan cita rasa dan nilai fungsional produk.
Di Indonesia sendiri, madu memiliki pasar yang luas, mulai dari konsumsi rumah tangga, HORECA, hingga kebutuhan industri minuman dan wellness.
Kombinasi Produk dengan Market Lintas Segmen
Jika dilihat dari sisi bisnis, susu bubuk dan pure honey memiliki karakter yang saling melengkapi:
Susu bubuk menawarkan volume besar dan repeat order tinggi.
Pure honey menawarkan nilai tambah natural dan persepsi premium.
Kombinasi keduanya sangat relevan untuk:
minuman kesehatan
susu madu
produk nutrition keluarga
produk HORECA dan private label
Inilah yang membuat kedua produk ini memiliki market luas dan umur bisnis panjang, baik untuk brand baru maupun brand yang ingin melakukan ekspansi portofolio.
Produksi & Legalitas: Peran Sertifikasi NKV
Dalam konteks produksi di Indonesia, aspek legalitas menjadi faktor krusial, khususnya untuk produk berbahan hewani seperti susu dan madu. Sertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner) berperan penting sebagai bukti bahwa fasilitas produksi memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan pemerintah.
Nutrafood telah memiliki sertifikasi NKV, yang dapat mendukung proses perizinan produksi susu bubuk serta produk berbasis madu murni dan madu mix, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan lebih bagi brand owner dalam menjalankan bisnisnya.
Melihat besarnya potensi pasar susu bubuk dan pure honey, pemilihan mitra produksi yang tepat menjadi kunci. Jika Anda ingin mengembangkan produk dengan bahan berkualitas, proses terkontrol, dan dukungan legalitas yang relevan, maklon di Nutrafood adalah langkah strategis untuk membawa brand nutrition Anda tumbuh lebih jauh.